Ahmad Zubeir / ( nomor dua dari kiri)
Pekanbaru, Kompas 1 net –– Cita cita sejak kecil tak pernah lepas di pikiran Ahmad Zubeir Mujahid. Ia ingin jadi imam masjid. Tak tanggung tanggung, masjid yang ingin dipandu jamaah nya Masjid Nabawi, di Kota Madinah Al Munawwarah.
Zubeir anak ketiga dari pasangan Dr Elviriadi dan Paniati SE. Masuk TK Al Misykaah, mulai terlihat kelincahannya membaca Alquran. Setelah ditempa pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Takmiliyah (MITA) Tunas Cendikia Muslim (Taskim) bakal alamiahnya makin kelihatan.
Zubeir sering ikut lomba Tahfiz Al Qur’an dan menjuarai nya. Perlombaan yang diikutinya mulai dari Antar Sekolah, antar kecamatan maupun kota Madya Pekanbaru.
Setelah tamat MITA Taskim, Ahmad Zubeir melanjutkan Pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Imam Ibnu Katsir membidangi Takhosossus Tahfizul Qur’an.

Bakat bimbingan Guru – Guru dan Syeikh di Pondok Pesantren tersebut, Zubeir sering diminta menjadi imam. Baik imam di masjid Nurul Fajar Perumahan Fajar Kualu Damai I Jl Suka Karya Ujung Pekanbaru, maupun diminta menjadi imam di Pondoknya.
Uminya, seorang alumni UIN Suska Riau, sehari hari mengajar Tahsin Al Qur’an dengan metode Baligho. Kini, atas izin Allah, Ahmad Zubeir bulan Juni kemarin menerima informasi untuk melanjutkannya studi di Kota Yaman.
Informasi itu membuat bahagia kedua orang tua nya seolah Allah membuka jalan bagi Sang anak lelaki.
Ahmad Zubair telah berangkat ke Yaman, Sabtu (11/7/26) melalui Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.
“insyaAllah, Zubeir ingin mengejar cita cita belajar dan kuliah di arab untuk meraih cita cita menjadi imam masjid Nabawi, ” ucap remaja jangkung itu dengan senyum khasnya.***










