JAKARTA, Kompas 1 net – Divisi Humas Polri melalui rubrik `Ini Faktanya` meluruskan hoaks yang viral di media sosial. Narasi yang menyebut komunitas LGBTQ bagian dari agenda `depopulasi elit global` di Indonesia dinyatakan tidak benar, Jumat (3/7/2026).
Hoaks tersebut menuding orientasi seksual masyarakat diubah lewat makanan, obat-obatan, dan vaksin. Disebut juga ada pendanaan 37 organisasi di Indonesia untuk mendukung LGBTQ.
Klaim Tidak Berdasar Ilmiah
Faktanya, klaim tersebut hoaks. Merujuk http://Tempo.co dan Asosiasi Psikologi Amerika, orientasi seksual dipengaruhi faktor kompleks.
Faktor itu meliputi genetik, hormonal, perkembangan, sosial, dan budaya.
“Belum ada temuan ilmiah yang menyimpulkan orientasi seksual ditentukan satu faktor tunggal,” tulis keterangan Polri.
Akademikus sekaligus pendiri GAYa Nusantara, Dede Oetomo, juga menegaskan hal serupa.
“Narasi orientasi seksual dipengaruhi makanan, obat-obatan, dan vaksin merupakan klaim tidak berdasar,” ujarnya.
Masyarakat diimbau bijak menyaring informasi dan tidak mudah percaya narasi hoaks.
Sumber: http://Tribratanews.polri.go.id









