KOMPAS1.NET, Bekasi – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan puncak kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SDN Muktiwari 01, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada hari Senin (22/6/2026). Kegiatan yang diikuti 66 siswa kelas V ini merupakan puncak rangkaian program selama hampir satu bulan, mulai dari observasi, penyusunan materi dan media pembelajaran, hingga implementasi di sekolah.
Program dilaksanakan oleh dua tim PKM Prodi PBA UNJ yang diketuai Siti Masyitoh, S.Hum., M.A. dan Rifda Haniefa, M.Pd., bersama sepuluh mahasiswa KKN. Kegiatan juga melibatkan Pemerintah Desa Muktiwari, SDN Muktiwari 01, serta Perpustakaan Multikultural Desa Muktiwari sebagai mitra dalam menghadirkan pembelajaran inovatif yang berkelanjutan.
Mewakili Kepala Desa Muktiwari, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Mulyadi mengapresiasi program tersebut sebagai bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda.
Apresiasi serupa disampaikan Hasanudin, S.Pd., Plt. Kepala SDN Muktiwari 01.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim PKM Prodi Pendidikan Bahasa Arab UNJ yang telah menghadirkan pembelajaran kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Program ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperkuat karakter peserta didik. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
PKM Terintegrasi KKN ini menghadirkan dua program utama. Program pertama bertema Penguatan Literasi Membaca melalui Multimedia Cerita Lokal Bernilai Keagamaan, sedangkan program kedua mengangkat Penguatan Empati dan Regulasi Emosi Praremaja melalui Microlearning Berbasis Media Digital Interaktif.
Pada program pertama yang diketuai oleh Siti Masyitoh, siswa belajar melalui video animasi tentang K.H. Nawawi Djahari Mintar Al-Bantani, ulama asal Desa Muktiwari, sebagai media untuk menanamkan nilai religius, keteladanan, dan kecintaan terhadap sejarah lokal. Pembelajaran dilanjutkan dengan permainan edukatif Treasure Hunt yang mengajak siswa membaca, berdiskusi, dan menyelesaikan tantangan secara berkelompok dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Menurut Siti Masyitoh, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi kepada kampung halamannya.
“Desa Muktiwari memiliki potensi besar, salah satunya Perpustakaan Multikultural yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan penguatan budaya literasi. Melalui program ini kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menanamkan empati dan edukasi pencegahan perundungan sejak usia sekolah dasar,” jelasnya.
Sementara itu, program kedua yang dipimpin Rifda Haniefa mengajarkan empati dan pengendalian emosi melalui microlearning berbasis media digital. Siswa memperoleh materi melalui video edukasi mengenai empati, regulasi emosi, serta pencegahan perundungan, kemudian mempraktikkannya dalam kegiatan role play yang didampingi mahasiswa KKN. Melalui simulasi tersebut, siswa belajar mengenali emosi, menghargai teman, dan menyelesaikan konflik secara positif.
Menurut Teti Karyati, M.Pd., Guru Kelas V sekaligus Ketua Perpustakaan SDN Muktiwari 01, pendekatan pembelajaran yang diterapkan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kemampuan literasi, karakter religius, dan keterampilan sosial-emosional siswa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Siswa aktif mengikuti permainan Treasure Hunt maupun role play, yang menjadi sarana belajar kolaboratif sekaligus memperkuat kemampuan membaca, komunikasi, empati, dan kerja sama.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim PKM menyerahkan sejumlah luaran kepada SDN Muktiwari 01, berupa multimedia cerita lokal bernilai keagamaan, video edukasi, media microlearning berbasis digital interaktif, serta modul pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru dalam kegiatan belajar mengajar maupun program literasi sekolah.
Melalui PKM Terintegrasi KKN ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UNJ berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, perpustakaan, dan masyarakat dapat terus berlanjut dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang memperkuat literasi, karakter religius, dan regulasi emosi anak, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Muktiwari. (Laporan Akila Zika Al Amani)









