Pekanbaru, Kompas 1 net – Ditengah hiruk pikuk industri di kota Dumai, tersisa cerita pencemaran, kerusakan lingkungan dan kematian ikan ikan di lautan.
Hal itu membuat tokoh muda Dumai asal Lubuk Gaung, Anggara Saputra mencari figur yang tepat untuk membincangkan hal yang merisaukan rakyat itu.
Datang kesempatan bersua dengan pakar lingkungan asal Meranti Dr. Elviriadi.
“Alhamdulillah, hari ini saya bertemu tokoh masyarakat Riau, pakar lingkungan dan figur Melayu yang konsisten membela negeri. Saya merasa gembira terasa mendapat energi baru, ” ujar Angga dengan wajah sumringah, Kamis (5/2/26).
Pertemuan keduanya dalam kesempatan mengurus tetangganya Astur yang rumahnya di Pepet Sebuah rencana pembangunan pabrik di RT 07 Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan
Anggara Saputra sebagai putra asli Dumai mengaku prihatin kondisi Dumai.
‘”kesian betol aku nengok kota Dumai nie, hancou lebou dibuat perusahaan hitam.. Limbah di air, Polusi di udara, banjir di darat. Awak minta arahan lah dari pak Pakar Lingkungan ini, “imbuh Angga sambil Salami sang Doktor.
Anggara yang rumahnya berbatasan langsung dengan sebuah cerobong asap raksasa pernah berurusan dengan hukum.
“Bang Angga pernah memprotes perusahaan yang menimbulkan bunyi mengejutkan ketika ayahnya sakit. Itulah dampak lingkungan bila tinggal di kota Dumai,” Tutur Rangga Adiknya Anggara.
Anggara Saputra Berharap Dumai bebas Polusi dan kejahatan perusahaan hitam. Untuk itu, pagi tadi pemuda hobby demo berambut ikal itu telah meneken kuasa hukum ke Dr Elviriadi.
‘Betul, tadi adinda Anggara Saputra meminta saya sebagai kuasa hukumnya. Itu sudah tepat, biar dia aman untuk komentar, bertindak dan mengetahui hukum lingkungan. Juga supaya tidak mudah di semena menakan pihak pihak yang berniat buruk pada dia,”pungkas Dr Elviriadi yang kemana mana gundul demi hutan Tropis.**”
Editor : Redaksi

















