Example floating
Example floating
Pemerintah

Peristiwa 5 Januari 1949, Ribuan Korban Dibuang ke Sungai Indragiri, Ini Pesan Bupati Ade

82
×

Peristiwa 5 Januari 1949, Ribuan Korban Dibuang ke Sungai Indragiri, Ini Pesan Bupati Ade

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INHU, Kompas 1 net –– Memperingati Hari Rengat Berdarah 5 Januari 1949 saat agresi II Belanda, Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si bersama Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Inhu melaksanakan upacara dan renungan suci di Tugu Pahlawan yang berada tepat depan Kediaman Bupati Inhu, Jalan Ahmad Yani, Kota Rengat, tepian Sungai Indragiri. Kemudian, tabur bunga di Jembatan Trio Amanah.

Upacara, renungan suci dan tabur bunga memperingati hari bersejarah tersebut dilaksanakan Senin, 5 Januari 2025 pagi. Selain Forkompinda, ribuan ASN, PPPK penuh waktu maupun PPK paruh waktu turut mengikuti rangkaian acara peringatan 5 Januari 1949.

Example 300x600

Agenda tahunan tersebut sebagai bentuk mengenang jika di Kabupaten Inhu, khususnya Kota Rengat pernah terjadi penjajahan dan pembantaian terhadap warga sipil dan sejumlah pejabat yang begitu sadis saat agresi II Belanda pada tahun 1949.

Dalam cuplikan atau kilasan sejarah yang ditampilkan saat kegiatan itu, Rabu 5 Januari 1949 pagi, terjadi peristiwa berdarah diluar kemanusiaan, banjir darah dan air mata atau disebut sebagai hari pembantaian lebih kurang 2000 orang oleh tentara Belanda yang bertujuan untuk menguasai dan menjajah kembali tanah air Indonesia yang telah merdeka dan berdaulat sejak 17 Agustus 1945.

Sungguh tragis, pada waktu itu Belanda mengerahkan belasan bahkan puluhan pesawat udara menyerang, menembaki, mengebom dan menerjunkan pasukan payung dipinggir barat Kota Rengat (tepatnya Kelurahan Sekip Hilir dan Sekip Hulu saat ini,red), mereka bergerak ke arah timur menuju Sungai Indragiri dan berlabuh pula sejumlah kapal perang dari arah Tembilahan.

Dengan kekuatan pasukan serta persenjataan modern, para tentara Belanda itu membantai masyarkat Inhu ditepian Sungai Indragiri tanpa membedakan mana yang TNI, pejuang rakyat dan mana pula yang penduduk sipil tak berdosa.Dalam pembantaian turut salah satunya pemimpin pemerintahan Indragiri pada masa itu yakni, Bupati Tulus.

Dalam amanatnya, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto mengatakan, semoga pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati Rengat Bersejarah itu menjadi saksi bahwa segenap lapisan masyarakat Inhu, tidak lalai dan tidak mengkhianati nilai pengorbanan para Syuhada Rengat yang menjadi korban peristiwa 5 Januari 1949.

“Sejarah ini wajib kita kenang, bukan untuk membuka luka lama, tetapi untuk menegaskan jati diri kita sebagai daerah yang lahir dari semangat perlawanan dan keberanian,” ungkap Bupati.

Setelah upacara, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto didampingi sang Istri, Suci Rahmiani, S.Sos., M.Si serta Dandim 0302 Inhu, Letkol Arh 4. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, SE, M.IP, Ketua DPRD Inhu, Sabtu P. Sinurat, S.Sos ,Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si, Danyonif TP 850/SC, Letkol Inf. Eko Sugiarto.

Juga, Ketua Pengadilan Negeri Inhu, Lia Herawati, S.H., M.H, Kepala Kejaksaan Negeri Inhu, Dr. Ratih Andrawina Suminar, S.H Dan Sekdakab Inhu, Zulfahmi Adrian, AP, M.Si berjalan menuju jembatan Trio Amanah Rengat untuk melakukan tabur bunga ke Sungai Indragiri.

Jaya: Kompas1net Inhu, Melaporkan

Example 300250
Example 120x600