Example floating
Example floating
Artikel

Konselor : Teknokrat Kepribadian dan Mitra Kemajuan Klien di Pusat Pemulihan Narkoba Maupun Lapas  Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

69
×

Konselor : Teknokrat Kepribadian dan Mitra Kemajuan Klien di Pusat Pemulihan Narkoba Maupun Lapas  Oleh : M. Sangap Siregar, S.Pd., MA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dengan bismillah awalnya kalam. Dengan shalawat dibuka salam. Semoga nitizen senantiasa sejahtera. Segenap pembaca yang mulia.

Sebelum masuk uraian inti, bagaimana peran konselor sebagai teknokrat kepribadian dan mitra kemajuan klien hendaklah kita ketahui terlebih dahulu, bagaimana regulasi pendaftaran para peserta pemulihan di pusat rehabilitasi maupun di lapas. Hal ini penting diketahui bahwa sebelum konselor merancang sebuah program konseling bagi kemajuan klien, ada beberapa langkah awal berupa tahap penyiapan dan penstabilan klien. Berikut langkahnya antara lain :

Example 300x600

Di Lapas :

1. Tahap Pendaftaran dan Skrining Awal – Klien (nara pidana) didaftarkan, diperiksa kondisi fisik/mental dasar, dan skrining untuk masalah khusus (misalnya : kecanduan, gangguan jiwa, atau ada kondisi fisik yang terluka dan lain-lain).

2. Penempatan Kamar dan Orientasi Lingkungan – Ditempatkan di kamar sesuai kategori (misalnya : tingkat keamanan, kondisi kesehatan) dan diberitahukan aturan Lapas, fasilitas yang ada, serta program yang akan diikuti.

3. Tahap Penstabilan Fisik dan Mental – Jika ada masalah kecanduan atau gangguan kesehatan akut, ditangani oleh tenaga medis terlebih dahulu ( misalnya : proses pencabutan narkoba dengan pengawasan dokter).

4. Pengenalan Umum Program Rehabilitasi – Mengikuti lokakarya singkat tentang tujuan rehabilitasi di Lapas, jenis aktivitas yang ada (misalnya : pelatihan ketrampilan, ibadah dan pendidikan) dan peran berbagai tenaga profesional termasuk konselor.

Setelah itu baru klien diserahkan kepada konselor untuk penilaian mendalam dan penyusunan program kemajuan pribadi.

Di Pusat Rehabilitasi dan Pemulihan Narkoba :

1. Tahap Penerimaan dan Konsultasi Awal – Klien atau keluarga mendaftarkan, menjelaskan kondisi kecanduan, dan diperiksa fisik/mental oleh tim medis untuk menentukan tingkat keparahan atau kadar kecanduan peserta.

2. Proses Pencabutan (Detoksifikasi) yang Terawasi – sebuah Tahap Krusial, dimana narkoba dikeluarkan dari tubuh dengan pengawasan dokter dan perawat untuk mengurangi gejala putus zat (withdrawal). Ini berlangsung beberapa hari hingga minggu tergantung jenis dan lamanya kecanduan.

3. Orientasi Penyesuaian Lingkungan – Diberitahu aturan Pusat Lembaga, fasilitas (misalnya : ruang terapi, lapangan olahraga) dan jadwal harian. Klien diajarkan untuk beradaptasi dengan lingkungan tanpa akses narkoba.

4. Sesi Pengenalan Umum Terapi – Mengikuti sesi konseling kelompok singkat tentang dasar-dasar kecanduan, dampak pada tubuh/jiwa dan tujuan rehabilitasi secara keseluruhan.

Setelah detoksifikasi selesai dan klien terkondisi stabil, barulah konselor mulai melakukan penilaian mendalam dan merancang program kemajuan yang disesuaikan.

Berikut adalah beberapa poin rangkaian peran konselor sebagai teknokrat kepribadian klien, antara lain :

1. “Teknokrat Kepribadian” sebagai Identitas Konselor

Ini adalah istilah yang unik! Dimaklumkan bahwa konselor bukan hanya ahli dalam teknik bimbingan, tapi juga memiliki kepribadian yang matang, empati dan mampu membangun kepercayaan. Di Lingkungan seperti pusat pemulihan narkoba atau lapas, kepribadian ini menjadi fondasi awal agar klien merasa aman untuk membuka diri.

2. Peran dalam Berbagai Konteks ;

* Pusat Pemulihan Narkoba : Konselor berperan sebagai penuntun dalam proses pemulihan, membantu klien mengatasi kecanduan, membangun harapan hidup baru, dan menangani masalah emosional yang mendasar.

* Lapas : Bekerja dengan narapidana untuk memperbaiki diri, meredam konflik, dan mempersiapkan reintegrasi ke masyarakat agar tidak terjebak dalam siklus kejahatan.

3. “Mitra Kemajuan” Bagi Klien ;

Konselor bukan hanya orang yang memberi nasehat, tapi juga rekan yang berjalan bersama dengan klien dalam pergerakan mereka menuju perbaikan. Mereka mendukung, mendorong, dan membantu klien menemukan solusi sendiri sehingga kemajuan yang dicapai lebih berkelanjutan.

4. Tantangan dan Kekuatan Konselor

Konselor selaku mitra kemajuan dan teknokrat kepribadian bagi diri klien mempunyai tantangan berat, seperti menangani masalah emosional, akibat mendengar cerita dan keluhan klien atau kesulitan dalam mengubah atau mempengaruhi pola pikir klien yang sudah mengakar dan menggejala. Namun, kebahagiaan yang amat bermakna terasa ketika melihat klien bisa berubah menjadi insan yang lebih baik menjadi kekuatan utama.

Selanjutnya, beberapa langkah strategi dan tahapan kerja konselor dalam menyusun program kemajuan klien, antara lain :

Tahap 1 :
Pengenalan dan Pembangunan Hubungan Kepercayaan (Pendekatan Individual) :

Strategi :
Memulai dengan percakapan yang santai, tidak menghakimi dan fokus pada mendengar cerita klien. Berikan empati dan konfirmasi bahwa klien aman dan bebas menceritakan semua unek-unek pribadi, pengalaman dan harapan (Akan terjaga dengan Azas Kerahasiaan).

Tahapan Kerja :
* Perkenalkan diri dan tujuan konseling yang jelas
* Tanyakan tentang pengalaman, harapan dan kekhawatiran klien kini dan masa depan
* Bangun rasa saling percaya dengan cara jujur, konsisten, dan menghargai batasan klien.

Tahap 2 :
Penilaian Komprehensif (Identifikasi Kebutuhan dan Potensi)

Strategi :
Gunakan alat penilaian (wawancara mendalam, kuisioner, atau observasi) untuk memahami kondisi klien secara menyeluruh.

Tahapan Kerja :
* Identifikasi masalah utama (misalnya: kecanduan, kecemasan, konflik keluarga atau sosial).
* Analisis faktor penyebab (lingkungan, keluarga atau pribadi)
* Temukan potensi dan kekuatan yang dimiliki klien (misalnya : kemampuan komunikasi, kesulitan dan kesungguhan)
* Catatan : Penilaian harus dilakukan dengan kesadaran dan suka rela klien untuk menghindari resistensi dan keterangan terpaksa/tak rela.

Tahap 3 :
Penetapan Tujuan Kemajuan Bersama (Kolaboratif)

Strategi :
Bekerjasama dengan klien untuk menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan dan ditentukan batas waktu.

Tahapan Kerja :
* Bicarakan apa yang ingin dicapai klien
* Sesuaikan tujuan dengan potensi dan kondisi klien
* Tulis Tujuan secara jelas dan sepakat bersama

Contoh Tujuan menurut Konteks :
* Rehabilitasi : “Selama 3 bulan ke depan, mampu menghindari pemicu kecanduan dan melakukan aktivitas positif, setidaknya 4 hari seminggu.

* Lapas : “Selama 6 bulan, mampu mengelola emosi marah tanpa kekerasan dan mengikuti pelatihan ketrampilan kerja.

Tahap 4 :
Perancangan Program Kemajuan (Terstruktur dan Fleksibel)

Strategi :
* Rancang langkah-langkah spesifik untuk mencapai tujuan, dengan mempertimbangkan kebutuhan unik setiap klien.

Tahapan Kerja :
* Tetapkan aktivitas yang akan dilakukan (misalnya: sesi konseling individu, kelompok diskusi, pelatihan ketrampilan, siraman rohani dan motivasi dan lain-lain)
* Tentukan jadwal dan durasi setiap aktivitas
* Siapkan sumber daya yang dibutuhkan (misalnya : buku, alat pelatihan, mitra eksternal, seperti : mekanik, dokter, motivator, ustadz atau rohaniawan).

Fleksibilitas :
Program bisa disesuaikan selaras dengan perubahan kondisi klien.

Tahap 5 :
Implementasi Program (Pembimbingan dan Dukungan Aktif)

Strategi :
* Jalankan program sesuai rencana sambil terus memberikan dukungan, dorongan dan umpan balik

Tahapan Kerja :
* Laksanakan aktivitas yang direncanakan
* Bantu klien mengatasi rintangan yang muncul selama proses
* Berikan umpan balik positif : Ketika ada kemajuan, dan bantu menganalisis penyebab kegagalan tanpa menghakimi

Contoh Implementasi :

Rehabilitasi :
“Mengadakan sesi terapi kognitif untuk mengubah pola
pikir negatif tentang kecanduan”.

Lapas :
Mengelola kelompok diskusi tentang hubungan sosial dan cara reintegrasi ke masyarakat”.

Tahap 6 :
Evaluasi dan Penyesuaian (Berkelanjutan)

Strategi :
* Evaluasi kemajuan klien secara teratur untuk melihat apakah tujuan tercapai atau butuh penyesuaian

Tahapan Kerja :
* Bandingkan perkembangan klien dengan tujuan yang ditetapkan
* Tanya pendapat klien tentang apakah program memberi manfaat bagi mereka
* Sesuaikan rencana jika tujuan belum tercapai atau ada perubahan kebutuhan.

Tahap 7 :
Penutupan atau Transisi

Strategi :
Persiapkan klien untuk lebih mandiri tanpa dukungan minimal dari konselor, dengan memperkuat kemampuan yang sudah dipelajari.

Tahapan Kerja :
* Kenalkan cara klien mengelola masalah sendiri di masa depan
* Berikan rencana penunjang (misalnya : menghubungi konselor jika ada kebutuhan, bergabung dengan kelompok dukungan)
* Tutup sesi dengan cara penuh apresiasi dan rayakan kemajuan yang telah dicapai

Sesuai Konteks :

Rehabilitasi/Lapas
* Persiapkan reintegrasi ke masyarakat dengan ketrampilan yang telah dipelajari

Selain itu bisa juga ditambahkan Strategi Pendukung Penting :
* Selain dari penerimaan orang-orang signifikan dari pihak keluarga juga perlu dukungan kerjasama dengan pihak lain seperti dokter, petugas lapas dan juga sukarelawan dari pihak swasta yang punya perusahaan dan lain-lain untuk memberi dukungan yang komprehensif
* Pengembangan ketrampilan diri klien seperti manajemen emosi, ketrampilan komunikasi, kesiapan skill menuju hidup yang lebih mandiri atau sebagai bekal kerja dengan orang lain
* Pemantauan jangka panjang (jika memungkinkan) untuk memastikan klien tetap pada jalur yang benar, selamat dan berkemajuan.

Penutup dan Kesimpulan :

Demikianlah, setelah semua upaya, strategi dan langkah berbagai program dijalankan, klien diharapkan mampu mencapai titik kesiapan yang layak menuju reintegrasi ke masyarakat dengan baik.

Berbekal semangat kesadaran, kesiapan mental dan ketahanan diri, skill ketrampilan memadai untuk hidup lebih mandiri, maupun bekerjasama dengan orang lain, atau siap membantu usaha keluarga pasca rehabilitasi menjadi buah harapan kemajuan berkelanjutan insyaAlloh. Wassalam.

 

M. Sangap Siregar, S.Pd., MA. Adalah Dosen : Fakultas Kesehatan Prodi Kesmas Universitas Hang Tuah Pekanbaru Riau
Alumni : Magister Psikologi Konseling University Kebangsaan Malaysia, 2004.

 

Sumber :
Media Kecerdasan AI : www.dola.com

 

 

 

 

 

Example 300250
Example 120x600