ROHIL , Kompas 1 net – Sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen berkumpul di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) untuk menggelar aksi demonstrasi, Senin (8/9/2025) di Bagansiapiapi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sederet tuntutan, mulai dari transparansi pajak retribusi, pengawasan BUMD, evaluasi kegiatan pokok pikiran (Pokir) DPRD, hingga pencopotan Kapolres Rohil yang dinilai abai terhadap praktik perjudian di ibukota Bagansiapiapi.
Tuntutan Mahasiswa
1. Transparansi Pajak Retribusi – Mahasiswa meminta pemerintah daerah membuka secara jelas sumber pendapatan pajak serta pengelolaannya.
2. Pengawasan BUMD – DPRD diminta memastikan BUMD Rohil benar-benar mendorong perekonomian daerah, bukan sebaliknya.
3. Pencopotan Kapolres Rohil – Kapolres dinilai tidak responsif menindak perjudian yang marak, sehingga dikhawatirkan merusak generasi muda.
4. Evaluasi Pokir DPRD – Mahasiswa meminta agar kegiatan Pokir, termasuk seminisasi, benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Ketua DPRD Turun Langsung
Ketua DPRD Rohil, Ilhammi, turun langsung menemui massa aksi. Ia mengajak mahasiswa masuk ke ruang rapat paripurna untuk berdialog dan membahas tuntutan mereka secara terbuka.
“Adik-adik mahasiswa jangan sampai bertindak anarkis. Mari kita duduk bersama, semua tuntutan akan kita bahas di forum ini,” ujar Ilhammi di hadapan massa.
Dalam kesempatan itu, Ilhammi hadir didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya, yakni Basiran Nur Effendi (Fraksi NasDem), Imam Suroso (Fraksi Demokrat), Maston (Fraksi PDI-P), Jasmadi Kori (Fraksi Golkar), Sahbadri (Fraksi PKN), serta Adil Makmur (Fraksi Golkar).
Respon DPRD
Wakil Ketua DPRD Rohil, Maston, turut merespons beberapa tuntutan mahasiswa. Ia menegaskan transparansi pajak retribusi dan pengawasan BUMD akan menjadi perhatian, termasuk penyelesaian masalah rekening BUMD dan krisis solar di SPBU milik BUMD bersama HNSI.
Namun, terkait tuntutan pencopotan Kapolres, Maston menyatakan hal itu bukan kewenangan DPRD. “Mohon maaf, soal pencopotan Kapolres tidak bisa kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Komitmen Evaluasi
DPRD Rohil berkomitmen melakukan evaluasi atas sejumlah tuntutan mahasiswa, termasuk Pokir DPRD dan penyelesaian persoalan tapal batas. Mereka juga berjanji meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.
Aksi Berakhir Kondusif
Dialog berlangsung hangat dan berakhir dengan suasana damai. Mahasiswa dan anggota DPRD menutup pertemuan dengan lantunan sholawat serta bersalaman bersama di ruang rapat paripurna.
Aksi bubar sekitar pukul 17.48 WIB dengan pengamanan ketat dari ratusan personel gabungan Polres Rohil, Satpol PP, serta petugas Damkar yang siaga di lokasi. Selama aksi, pendekatan humanis dan persuasif dikedepankan sehingga kegiatan berjalan lancar dan kondusif.
ZAD

















