Example floating
Example floating
Ekonomi

Gubri Himbau PKS Jangan Turunkan Harga TBS Sepihak

33
×

Gubri Himbau PKS Jangan Turunkan Harga TBS Sepihak

Sebarkan artikel ini

Gambar photo google

Riau | Kompas 1 Net – Gubernur Riau akhirnya himbau pabrik kelapa sawit atau pembeli buah sawit terkait dengan anjloknya harga jual tandan buah segar TBS buah kelapa sawit oleh petani.

Himbauan ini disampaikan Drs. H. Syamsuar MSi melalui surat edaran nomor 256/Disbun /1084 prihal tindak lanjut pasca kebijakan pemerintah terhadap larangan ekspor RBD dan Olein. Selasa 26 April 2022.

Diminta kepada seluruh perusahaan perkebunan yang memiliki perkebunan kelapa sawit yang memiliki PKS, agar tetap melakukan pembelian TBS mengacu pada peraturan Pementan nomor 01 tahun 2018, dan peraturan gubernur yang berlaku, yaitu berdasarkan harga yang ditetapkan pemerintahelalui dinas Perkebunan Provinsi Riau.” Himbau nya,

Sementara itu kepada Bupati dan Walikota serta stakeholder yang ada di Provinsi Riau, Gubernur Riau itu juga meminta untuk melakukan pengawasan terhadap jikalau adanya pihak-pihak yang tetap membeli hasil sumber penghidupan Masyarakat tersebut.

Diminta kepada Bupati/ Walikota Se-Provinsi Riau dan ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( GAPKI ) Riau, melakukan pengawalan harga pembelian TBS, agar tidak sepihak dalam menetapkan harga, selanjutnya realisasi penetapan harga TBS di PKS agar dilaporkan kepada gubernur Riau melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada tanggal 09 Mei 2022. ” tulis Syamsuar.

Bukan tidak diberi sanksi, ,” Bagi PKS yang tidak mengindahkan ketentuan sebagaimana tersebut diatas dilakukan tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku dari pemerintah pusat berdasarkan usulan dari pemerintah daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.,” Ancamnya.

 

 

Kompas 1 Net Melaporkan

 

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`