Example floating
Example floating
Ekonomi

Mengoptimalkan Ekspor Tuna: Strategi Indonesia Menembus Pasar Eropa

65
×

Mengoptimalkan Ekspor Tuna: Strategi Indonesia Menembus Pasar Eropa

Sebarkan artikel ini

Ekspor tuna ke benua eropa jadi peluang terbaik industri perikanan Indonesia. Di Eropa, tuna kalengan menjadi bagian besar dari konsumsi makanan laut.ANTARANEWS/BAPPENAS

Tuna dari laut Indonesia menjadi favorit di Eropa, tidak hanya sebagai bahan baku sushi tetapi juga dalam industri pengalengan. Tuna kalengan menjadi bagian besar dari konsumsi makanan laut di Eropa.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi hambatan dalam mengekspor produk kelautan dan perikanan ke Uni Eropa. Salah satu hambatan utama adalah pengurusan izin ekspor untuk mendapatkan nomor registrasi atau approval number.

Menurut KKP, Uni Eropa sangat ketat dalam memberikan izin ekspor produk perikanan, terutama terkait pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan. Meski demikian, tren penolakan ekspor karena masalah mutu berada di bawah 1 persen, menunjukkan bahwa isu ini tidak terlalu signifikan.

Selain mutu, Uni Eropa juga sangat ketat dalam menelusuri riwayat produk perikanan sebelum diekspor. Distributor harus memiliki sertifikat, dan kapal pencari ikan juga harus bersertifikat.

Meski demikian, para pelaku ekspor perikanan tidak perlu berkecil hati. Beberapa komoditas perikanan dari Indonesia diminati oleh pasar Eropa. Tuna, misalnya, tetap menjadi favorit, tidak hanya sebagai bahan baku sushi tetapi juga dalam industri pengalengan. Tuna kalengan menjadi bagian besar dari konsumsi makanan laut di Eropa.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh European Market Observatory for Fisheries and Aquaculture Products (EUMOFA), tuna adalah pilihan utama di antara semua spesies laut yang dikonsumsi di Eropa, diikuti oleh ikan kod, salmon, dan ikan pollock Alaska. Konsumsi tuna kalengan di Eropa mencapai 2,78 kg per orang per tahun, yang berarti sekitar 11 persen dari total konsumsi produk seafood dan akuakultur di benua ini. Orang Eropa bahkan mengonsumsi lebih banyak tuna dibandingkan warga Amerika, yang konsumsi tuna kalengnya hanya 2,1 kg per orang.

Pasar ikan di Eropa mencatat lonjakan konsumsi cakalang, sejenis tuna, sebesar 95 gram per orang, meski ada penurunan konsumsi tuna sirip kuning sebesar 63 gram. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penghapusan produk tuna sirip kuning di beberapa pasar di Eropa Tengah dan Utara karena isu keberlanjutan. Di sisi lain, negara-negara seperti Spanyol dan Italia lebih memilih cakalang yang lebih terjangkau. Dengan tingkat konsumsi yang tinggi, Eropa harus mengimpor tuna dari luar untuk memenuhi kebutuhannya, karena saat ini hanya 28 persen kebutuhan tuna Eropa yang dipenuhi dari dalam negeri.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Budi Sulistiyo menyatakan bahwa Indonesia merupakan produsen tuna terbesar di dunia dengan produksi mencapai 19,1 persen dari pasokan tuna dunia pada 2022. Pada 2023, produksi meningkat hingga mencapai 1,5 juta ton. Nilai ekspor tuna Indonesia (termasuk cakalang dan tongkol) pada 2023 mencapai USD 927,2 juta, atau sekitar 16,47 persen dari nilai ekspor perikanan Indonesia.

“Konsumen global semakin menyadari pentingnya produk tuna berkelanjutan. Kami memastikan bahwa produk tuna dari Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan tersebut,” ujar Budi Sulistiyo.

Bagaimana produsen tuna dapat mengembangkan ekspornya di Eropa? Eropa Selatan merupakan sasaran utama dengan banyak pabrik pengolahan tuna. Eropa Utara dan Timur juga patut diperhitungkan karena impor mereka terus meningkat meski tidak banyak mengolah tuna menjadi produk kalengan.

Negara-negara potensial tujuan ekspor tuna di Eropa Selatan meliputi:

Spanyol: Terkenal sebagai rajanya pengolahan tuna dengan pemain besar seperti Jealsa, Frinsa, dan Grupo Calvo. Tuna kalengan menyumbang 83 persen dari ekspor makanan kaleng Spanyol.

Italia: Penghasil tuna kalengan terbesar kedua di Eropa dan salah satu importir tuna terbesar setelah Spanyol. Perusahaan besar seperti Bolton Food Group menguasai lebih dari sepertiga pasar tuna di Italia.

Prancis: Pasar besar untuk produk tuna cakalang dengan dominasi perusahaan seperti Petit Navire, Saupiquet, dan Sapmer.

Portugal: Meski volume impor lebih kecil dibanding Spanyol, Italia, dan Prancis, Portugal memiliki potensi besar dengan konsumsi ikan dan seafood per kapita mencapai 57 kg per orang per tahun.

Mencari pembeli adalah kunci dalam mendapatkan peluang ekspor ke Eropa. Pameran seperti Seafood Expo dan Conxemar menjadi ajang penting untuk bertemu dengan pembeli dan pemasok tuna beku dari berbagai penjuru dunia. Seafood Expo di Belgia dan Conxemar di Spanyol merupakan tempat sempurna untuk berkenalan dengan pembeli internasional dan menggali lebih dalam tentang industri ikan dan makanan laut di Eropa Selatan.

 

Sumber: Indonesia.go.id

Penulis: Kristantyo Wisnubroto

Redaktur: Ratna Nuraini

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`