Example floating
Example floating
Nasional

­Buka Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Umum Indonesia, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peningkatan Kompetensi Dokter

36
×

­Buka Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Umum Indonesia, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peningkatan Kompetensi Dokter

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Kompas 1 Net – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menuturkan dunia kesehatan Indonesia sedang mengalami perubahan dan dinamika yang berlangsung sedemikian cepat. Salah satu faktor pemicunya adalah hadirnya pandemi Covid-19, yang seakan akan menyadarkan betapa rentannya ketahanan medis Indonesia dan betapa peliknya menghadapi tantangan dunia medis yang datang secara tiba-tiba dan serta merta.

Di samping berdampak pada sektor ekonomi dan kehidupan sosial, pandemi Covid-19 secara nyata menggerus sektor kesehatan masyarakat, dan mendorong terjadinya perubahan pada berbagai aspek dan dimensi dalam bidang kedokteran. Perubahan ini menuntut adanya penyikapan dari berbagai pemangku kepentingan, mengingat cakupan pelayanan kesehatan di Indonesia masih belum mencapai target yang diharapkan.

“Sebagai gambaran, misalnya, angka kematian Ibu dari tahun 2018 memiliki tren meningkat. Bahkan pada tahun 2021, jumlah angka kematian Ibu mencapai 7.389 orang, dimana mayoritas disebabkan oleh Covid-19. Angka kematian Ibu tersebut menunjukkan peningkatan lebih dari 59 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang jumlahnya mencapai 4.627 orang. Angka ini juga mengindikasikan bahwa target pemerintah untuk menurunkan angka kematian Ibu ke 217 per seratus ribu kelahiran hidup, belum dapat terealisasi,” ujar Bamsoet saat membuka Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Jakarta, Sabtu (12/11/22).

Hadir antara lain Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Adib Khumaidi, Sp.O.T. dan Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Dr. Abraham Andi Padlan Patarai, M.Kes.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini memaparkan, program prioritas pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting dari populasi yang memiliki faktor risiko atau penyakit yang disebabkan kekurangan gizi kronis, juga belum mencapai target yang diharapkan. Menurut hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021, angka prevalensi stunting mencapai 24,4 persen. Angka ini masih lebih besar dari target pemerintah sebesar 21,1 persen, dan akan jauh lebih besar lagi jika dibandingkan dengan target tahun 2024 sebesar 14 persen.

“Persoalan lain juga dapat kita rujuk pada data penyakit menular, misalnya penyakit Tuberculosis (TBC). Meskipun kita sudah berupaya keras memberantasnya dengan segala upaya, namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Bahkan saat ini Indonesia menjadi negara dengan kasus TBC tertinggi ke-3 di dunia setelah India dan China. Jika kita kalkulasi, dalam setiap jam ada sekitar 11 orang pasien TBC yang meregang nyawa,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, saat ini diperlukan berbagai langkah progresif dan inovatif di bidang layanan kesehatan masyarakat yang meliputi beberapa aspek. Antara lain, perlu adanya transformasi kesehatan pada berbagai tingkatan, mulai transformasi pelayanan kesehatan di tingkat primer, maupun di layanan rujukan di rumah sakit.

Dalam rangka penguatan pelayanan kesehatan di tingkat primer dibutuhkan keterlibatan dan kontribusi dari para dokter umum, sebagai bagian terbesar dari entitas medis yang kita miliki. Saat ini, dengan jumlah 163 ribu dokter umum, tentu akan menjadi sumberdaya potensial yang sangat diperlukan untuk melakukan transformasi pada layanan tingkat primer.

“Dalam kerangka membangun sumberdaya medis yang mumpuni, salah satu variabel penting yang harus selalu kita jaga dan perjuangkan bersama, adalah peningkatan kompetensi dokter. Saya dan kita semua tentunya sangat mengharapkan bahwa PDUI (Perhimpunan Dokter Umum Indonesia), sebagai wadah organisasi tempat bernaungnya para dokter umum, dapat terus berkontribusi untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi segenap anggotanya, sehingga dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia dan Ketua Umum Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat ini menambahkan, dalam rangka menghadapi era disrupsi di tengah lompatan kemajuan teknologi informasi dewasa ini, para dokter umum dapat beradaptasi menghadapi transformasi digital. Para dokter harus memiliki kompetensi untuk secara aktif memberikan layanan telekonsultasi dan telemedicine kepada semua lapisan masyarakat, demi memberikan kemudahan akses kesehatan bagi setiap orang.

“Kemajuan teknologi adalah sebuah keniscayaan yang mustahil untuk kita lawan. Karena itu, satu satunya cara terbaik untuk menghadapinya, hanyalah melalui adaptasi dan inovasi, sehingga kita dapat terus melangkah maju, dan tidak tergilas oleh laju peradaban zaman,” pungkas Bamsoet. (*)

Example 120x600
Nasional

Jakarta Siaran Pers 2 Oktober 2026 Kementerian Komunikasi dan Digital Komdigi koordinasi Polri usut kasus dugaan jual beli data ilegal ramai Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar pastikan Komdigi koordinasi BSSN tugas fungsi keamanan siber penjelasan BSSN kebocoran data ramai data lama diramaikan kembali tetap tindak lanjut pengusutan penindakan koordinasi Kepolisian situs ditemukan jual beli data pribadi ditindaklanjuti kewenangan pemblokiran akses situs langgar ketentuan penyebaran perdagangan data pribadi berbagai platform saluran digital penelusuran identifikasi sumber penyebaran sarana pihak terlibat kewenangan lembaga masyarakat tidak turut sebar data pribadi orang lain data beredar ruang digital tetap data pribadi tidak otomatis informasi bebas sebarluaskan hukuman berat penyebaran tanpa dasar sah UU Nomor 27 Tahun 2022 Pelindungan Data Pribadi ancaman keamanan data tantangan lintas negara berkembang data terekspos muncul kembali saluran metode penanganan kerja bersama pemerintah aparat penegak hukum penyelenggara platform digital masyarakat ancaman tidak mengenal jabatan status sosial sasaran bocor penyalahgunaan perlindungan penanganan tanggung jawab bersama pemerintah pengelola sistem platform digital pihak akses data.`

Nasional

Jakarta perang melawan judol jauh dari usai Komdigi tangani 4,1 juta konten perjudian ruang digital ungkap Menkomdigi Meutya Hafid Peluncuran Sayembara GEBUK JUDOL Ronde 3 talkshow Cerdas Berteknologi Garuda Spark Innovation Hub Jakarta Pusat Kamis 1/10/2026 bukan capaian progress report seharusnya angka di atas itu 3,6 juta situs alamat IP langsung putus akses bandar judol main kucing-kucingan satu situs diblokir muncul lagi situs baru akun baru menyusup kolom komentar platform digital ketika intervensi putus akses muncul lagi lakukan lagi muncul lagi harus berjibaku bersama turunkan angka ternyata kejahatan transnasional bukan pelanggaran digital biasa sebagian besar IP Dirjen Pengawasan Ruang Digital luar negeri sasaran warga Indonesia Alexander Sabar IP bukan dalam negeri luar negeri akses manusia WNI pemblokiran tidak cukup penegakan hukum efek jera bandar tidak cuma Komdigi penegak hukum efek jerat kalau tidak dijerat situs dibuat lagi industri digital jangan kecolongan distribusi judol ajak ojol UMKM mahasiswa komunitas mata tambahan lapor Aduan Konten satu orang satu situs angka besar dampak siapa saja usia status sosial diri kita keluarga anak orang tua Terhubung Tumbuh Terjaga.`