Example floating
Example floating
Banner Infozone
Presiden RI

Ini Kata Teman -Teman Semasa Presiden Jokowi Kuliah di UGM

98
×

Ini Kata Teman -Teman Semasa Presiden Jokowi Kuliah di UGM

Sebarkan artikel ini
Iklan HUT TNI 81 - Dirgahayu TNI

Advertisement

Yogyakarta, Kompas 1 Net – Teman-teman Presiden Joko Widodo semasa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai Presiden sebagai sosok yang mampu merangkul semua kalangan. Presiden juga dinilai mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan pertemanan yang beragam dan tidak membeda-bedakan golongan.

“Kita ini dari berapa kubu, maklumlah dari mahasiswa itu kan ada HMI, ada apa, tapi bisa disatukan. Beliau yang ibaratnya, walaupun beliau bukan pengurus bukan apa, tapi beliau bisa merangkul kita semua,” ujar Tommy, usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Kawasan Ambarukmo, Kabupaten Sleman, Minggu, 16 Oktober 2022.

Teman-teman Presiden Jokowi juga tidak menyangka bahwa beliau akan menjadi pemimpin Indonesia saat ini. Semasa kuliah, teman yang lain, Seweko, juga sempat mengatakan kepada Presiden bahwa dirinya terlihat seperti pejabat ketika memakai pakaian rapi.

“Suatu saat kita habis praktik manajemen dia bawa map gitu. Saya bilang, kita dulu manggilnya karena belum Presiden ya kita manggilnya Jok gitu, ‘Jok kamu itu seperti pejabat, Jok.’ Dia (pakaiannya) necis begitu, enggak taunya jadi Presiden,” kata Seweko.

Terkait isu ijazah sarjana milik Presiden Jokowi, teman-teman semasa kuliah menilai isu yang berkembang tidak benar. Menurut Seweko, ijazah milik Presiden asli dan sama seperti ijazah lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 lainnya.

“Itu pasti asli _to_ mas, _wong_ kita itu sama-sama kuliah, kita ke kehutanan sama-sama, praktikum sama-sama, wisuda bersama, ijazah aslinya itu sama kita, sama semua. Dekannya siapa, rektornya siapa itu sama,” katanya.

Seweko pun mengaku prihatin dengan berkembangnya isu terkait ijazah tersebut di media. “Kita prihatin kok ada yang mempersoalkan. Artinya, kalaupun yang mempersoalkan dengan niatnya (mengungkap), ‘saya ada dua saksi,’ _lah_ kita ini 80 kok. Itu _loh_, tapi kok ada yang percaya,” lanjutnya.

Senada, teman semasa kuliah Presiden Jokowi, Evi Yulia, juga menyayangkan berkembangnya isu tersebut di media sosial. Menurutnya, media sosial harusnya dapat digunakan secara bijak dan hati-hati.

“Medsos harusnya diarahkan dengan daya pikir, daya nalar yang bagus gitu. Kok tambah enggak karu-karuan,” ujar Evi.

Sementara itu, pihak UGM melalui Rektor Ova Emilia telah melakukan klarifikasi terkait keaslian ijazah Presiden Jokowi pada 11 Oktober lalu. Evi menilai, klarifikasi yang dilakukan oleh rektor telah melalui serangkaian koordinasi dan konfirmasi dengan pihak dari Fakultas Kehutanan.

“Itu rektor _loh_, rektor kan enggak sembarangan bicara pasti akan koordinasi dengan fakultas, sama dekan,” imbuhnya.

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Editor Redaksi Kompas 1 Net.

Example 120x600
Presiden RI

`Presiden Prabowo Subianto pimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia TNI Lapangan Prima Markas Besar TNI Cilangkap Jakarta Senin 5 Oktober 2026 tema TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur Presiden tiba lokasi 08.56 WIB berjalan kaki mimbar kehormatan salam kebangsaan laporan perwira upacara perwira upacara Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa Kepala Staf Komando Garnisun Tetap Kaskogartap I Jakarta komandan upacara Letjen TNI Lucky Avianto Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Pangkogabwilhan III inspektur upacara Presiden Prabowo mimbar didampingi Wapres Gibran Rakabuming Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita Kepala Staf Angkatan penghormatan kebesaran laporan komandan pemeriksaan pasukan kendaraan Maung meninjau barisan didampingi Panglima komandan upacara mengheningkan cipta pimpin Presiden pengucapan Sapta Marga Pangdivif 1 Kostrad Mayjen Ahmad Fikri Musmar Dankodaeral XIII Laksda Sumarji Bimoaji Pangkoopsud I Marsda Erwin Sugiandi anugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia tokoh pimpinan TNI pembacaan Keppres Sekmil Presiden Mayjen Wahyu Yudhayana Sekretaris Dewan Gelar Tanda Jasa Tanda Kehormatan resmikan 204 satuan baru lingkungan TNI penekanan tombol sirene serahkan tongkat komando lambang satuan baru tujuh perwakilan penguatan organisasi tugas pertahanan amanat selamat HUT ke-81 TNI Dirgahayu TNI terima kasih kesetiaan pengabdian pengorbanan prajurit jaga kedaulatan negara pertahankan keutuhan wilayah perkokoh persatuan bangsa lindungi rakyat Indonesia upacara tutup Andhika Bhayangkari laporan komandan penghormatan kebesaran hadir Presiden ke-6 SBY Presiden ke-7 Jokowi Sinta Nuriyah Wahid Tuti Try Soetrisno Soraya Hamzah Haz duta besar atase pertahanan pimpinan lembaga negara menteri wakil menteri Kabinet Merah Putih BPMI Setpres.`

Presiden RI

Jakarta Presiden Prabowo Subianto pimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Kamis 1 Oktober 2026 11.08 WIB pukul 08.00 WIB khidmat mengenang jasa pahlawan revolusi teguhkan Pancasila dasar ideologi bangsa Perwira Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa Komandan Kolonel Mar Edo Sidharta Halilintar heningkan cipta Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin baca Pancasila Ketua MPR Ahmad Muzani baca UUD 1945 Ketua DPR Puan Maharani baca tandatangan ikrar Menag Nasaruddin Umar doa Wapres Gibran Rakabuming Kabinet Merah Putih tinjau sumur Lubang Buaya BPMI Setpres Rusman.`

Presiden RI

`Jakarta Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas Istana Merdeka 29 Sept 2026 siapkan pendidikan rehabilitasi berbasis teknologi pengguna narkoba remaja anak muda Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi Brian Yuliarto Kabinet Merah Putih model kurikulum merubah perguruan tinggi praktik rehabilitasi teknologi dokter RSCM peneliti UI best practice negara lain tidak hanya sembuh tapi produktif fakultas kedokteran psikologi.`

Presiden RI

Presiden Prabowo Subianto pangkas antrean haji RI dari 49 tahun jadi 14 tahun faktual Senin 28 Sept 2026 Istana Kepresidenan Jakarta Wamen Haji Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak arahan Presiden cari formula pendek ubah formula jadi 26 tahun validasi 5,7 juta data jemaah temukan 400 ribu data invalid biaya haji tata kelola haji audit forensik.`